Tuesday, July 23, 2019

Usaha Kecil-Kecilan, Apakah Bisa Menguntungkan?

Usaha Kecil adalah usaha yang dimiliki, dioperasikan secara pribadi dimana pada umumnya memiliki tenaga kerja kurang dari 50 orang. Bisnis kecil adalah perusahaan milik pribadi, kemitraan, atau kepemilikan perseorangan yang memiliki lebih sedikit karyawan dan pendapatan tahunannya kurang dari usaha atau korporasi berukuran biasa.

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja.
Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 kategori usaha kecil adalah yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (tidak termasuk tanah dan bangunan); penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00; milik Warga Negara Indonesia, bukan afiliasi badan usaha lain (berdiri sendiri), dan berbentuk usaha perorangan, badan usaha, atau koperasi. (Sumber dari Wikipedia)
Walaupun memulai usaha kecil-kecilan itu dibutuhkan modal kecil, tetap juga harus benar-benar dipikirkan secara matang. Sekalipun bisnisnya kecil, anda tentu tidak ingin usaha tersebut harus berakhir hanya  satu tajun saja. 

Pikirkanlah produk atau jasa apa yang ditawarkan kepada pelanggan.

Usaha Kecil-Kecilan, Apakah Bisa Menguntungkan?

Usaha kecil atau usaha mikro ini adalah usaha yang di jelaskan di dalam UU no.20 pada tahun 2008 yang menyatakan :
  • Usaha kecil atau mikro adalah usaha yang produktif milik badan usaha atau milik perorangan yang memenuhi beberapa kriteria yang telah diatur di dalam UU ini. Usaha mikro ini merupakan sebuah usaha yang masih produktif yang tentunya berdiri sendiri yang bisa di pimpin oleh sebuah badan usaha maupun perorangan yang tidak berupa sebuah cabang atau anak dari sebuah perusahaan yang dikuasai, dimiliki atau salah satu bagian dari usaha besar maupun menengah baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Menurut M. Tohar dalam bukunya Membuat Usaha Kecil (1999:2) definisi usaha kecil dari berbagai segi tersebut adalah sebagai berikut,

a. Berdasarkan total asset.
Pengusaha kecil adalah pengusaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat membuka usaha.

b. Berdasarkan total penjualan.
Pengusaha kecil adalah pengusaha yang memiliki hasil total penjualan bersih/tahun paling banyak Rp 1.000.000.000.

c. Berdasarkan status kepemilikan.
Pengusaha kecil adalah usaha berbentuk perseorangan yang bisa berbadan hukum atau tidak berbadan hukum yang didalamnya termasuk koperasi.

Ciri-Ciri Usaha Kecil
  • Kegiatan atau jenis usaha yang dilakukan oleh usaha kecil cenderung atau pada umumnya bersifat usaha informal dan juga jarang memiliki sebuah perencanaan usaha.
  • Struktur organisasi dari usaha kecil ini biasanya bersifat sederhana.
  • Pembagian kerja yang longgar di dampingi dengan jumlah tenaga kerja yang tidak terlalu banyak dan terbatas.
  • Kekayaan pribadi dan kekayan usaha tidak dipisahkan pada umumnya.
  • Penenkanan biaya yang cenderung agak sukar karena minimnya sistem akutansi.
  • Kentungan yang biasanya hanya memiliki margin yang tipis.

Usaha Kecil Menengah (UKM) menurut UU No. 20 Tahun 2008 terbagi dalam dua pengertian, yaitu: 

Usaha Kecil adalah entitas yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, serta memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). 

Usaha Menengah adalah entitas usaha yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, serta memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah)

Contoh Usaha Kecil di Berbagai Bidang

1. Usaha Kecil di Bidang Kuliner
Usaha di bidang kuliner memang tidak pernah sepi karena setiap orang membutuhkan asupan makanan setiap harinya. Tentu ini menjadi peluang besar bagi Anda yang memang berminat untuk membuka usaha kecil bidang ini.

2. Usaha Kecil di Bidang Jasa
Sepertinya dalam usaha ini Anda memang harus memiliki keahlian maupun wawasan luas tergantung pada jasa yang ditawarkan. Bidang jasa IT cocok dilakukan bagi Anda yang menguasai bidang ini. Bisa juga usaha kecil jasa perbaikan komputer, laptop dan perangkat lain.

3. Usaha Kecil Jual Beli
Ada banyak sekali jenis produk yang memang cukup laku untuk dijual seperti ponsel, kendaraan pribadi (roda dua/roda empat), komputer, kamera, bahkan sampai hewan peliharaan.

4. Usaha Kecil di Bidang Agrobisnis
Sebagai contoh usaha kecil bidang Agrobisnis adalah budidaya ikan lele, peternakan ayam, peternakan sapi, budidaya hewan peliharaan, budidaya sayur mayur, buah-buahan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lalu apakah usaha kecil-kecil itu bisa menguntungkan? Jelas bisa. 

Artikel Terkait

Usaha Kecil-Kecilan, Apakah Bisa Menguntungkan?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email